Andrea Dovizoso Akui Ducati Kurang Cepat Dalam Penggembangan Motor

Hupelita.com – Pada pembukaan musim ini, Andrea Dovizoso berhasil meraih kemenangan di MotoGP Qatar. Meskipun pada akhirnya Dovi mengalami kesulitan menyaingi Marc Marquez.

Pasalnya, pebalap andalan dari tim Repsol Honda itu berhasil memenangkan empat dari enam balapan yang sudah digelar pada paruh pertama musim ini yang membuat Dovi harus puas berada dibelakangnya.

Walaupun masih menyisakan 10 seri balapan yang menjadi peluang bagi Dovizoso untuk mengejar ketertinggalan poin tersebut. Tentunya ini membutuhkan usaha yang ekstra keras dan ditambah dengan saingan lainnya yang mengancama seperti Suzuki serta duo pembalap Yamaha yaitu Maverick Vinales dan Fabio Quartararo.

Baca juga: Pindah Ke Liga Cina, Gareth Bale Dapat Keuntungan Besar

“Sebenarnya bukan motor kami kurang update, tapi kompetisi ini berada diluar perkiraaan dari Ducati,” ungkap Dovizoso.

“Baik Honda dan Marquez menjadi lebih kuat, untuk pebalap dari Suzuki membuat kemajuan dan motor mereka juga meningkat dengan pesat. Yamaha menjadi lebih bersaing ketimbang musim lalu dengan semua pembalap terbaik di MotoGP saat ini membuat kompetisi menjadi lebih rumit.

“Jadi, alih-alih lebih kuat dalam pertarungan kami dengan Marc, kami melihat diri kami dalam kondisi yang kesulitan. Marquez berjuang untuk bisa menang di setiap balapan dan adapun pembalap yang seringkali lebih cepat dari kami.”

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa menikung merupakan kelemahan utama Desmosedici GP. Usai balapan Sachsenring, Dovizioso bahkan tak sungkan menyebut skuat Borgo Panigale terlalu lambat di tengah tikungan.

Ditanya mengapa Honda dapat mengatasi masalah tenaga motor, sedangkan Ducati masih sulit menikung, Dovizioso menjawab: “Secara teknis jauh lebih mudah mendapatkan kekuatan, karena membuat kemajuan dengan menikung adalah kombinasi banyak hal, tidak ada resep yang sempurna.

“Meningkatkan kekuatan adalah hal yang berbeda, lebih mudah.”

Pembalap Italia itu kemudian mengatakan, Marquez berkendara lebih baik dalam tiga musim terakhir.

“Marc adalah pembalap yang sangat kuat, yang juga tidak pernah berhenti belajar. Dia tidak mengalami pasang surut dan seorang pembalap yang selalu meningkat, tidak pernah mengalami kemunduran. Dia selalu berada di tempat dia berada atau menjadi lebih baik,” papar Dovizioso.

“Hampir semua dari mereka akan mundur ke belakang. Sebagian besar pembalap mengalami pasang surut. Namun pembalap yang baik, yang pintar, mungkin lebih atau kurang meningkat, tidak pernah mengalami kemunduran.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *