|
[Nusantara] Kota Ternate Lumpuh Total
Masa Pendukung Pilkada Duduki Bandara
Ternate, Pelita
Massa pendukung bakal calon (Balon) Gubernur/Wakil Gubernur Maluku Utara (Malut) pasangan Mudhafar Syah/Rusdi Hanafi, Rabu (22/8) pagi menduduki Bandara Babullah Ternate, sehingga seluruh penerbangan dari dan ke bandar udara itu, kemarin dibatalkan.
Semua penerbangan dari dan ke Bandara Babullah hari ini (kemarin-Red) dibatalkan, karena adanya massa yang menduduki Bandara Babullah. Kami mohon maaf kepada operator penerbangan atas pembatalan ini, kata Kepala Keselamatan Penerbangan Bandara Babullah, Sugi di Ternate.
Massa melakukan aksi tersebut karena kecewa pasangan Balon Gubernur/Wagub Mudhafar Syah/Rusdi Hanafi yang mereka dukung, tidak lolos verifikasi di KPUD Malut, akibat Parpol yang mengusungnya yakni koalisi PPP dan sejumlah Parpol kecil, tidak mencukupi kuota suara 15 persen.
Sugi belum bisa memastikan kapan Bandara tersebut akan dibuka kembali untuk kegiatan penerbangan, karena kalaupun massa tidak lagi menduduki Bandara tersebut, pihak Bandara masih harus membersihkan batu dan pecahan botol yang berserakan di landasan pacu.
Sesuai jadwal, hari Rabu ada 14 kali penerbangan (yang datang dan yang berangkat) di Bandara Babullah Ternate, di antaranya dari dan ke Makassar.
Namun karena adanya aksi massa yang menduduki Bandara Babullah maka semua penerbangan di Bandara itu dibatalkan.
Sementara itu, pemantauan di sekitar Bandara Babullah memperlihatkan massa berada ruang tunggu dan landasan pacu. Pot bunga yang ada di sekitar tempat parkir dan ruang tunggu Bandara semuanya dihancurkan massa, sementara di landasan pacu tampak pula tumpukan batu dan pecahan botol.
Jalan menuju Bandara Babullah Ternate juga diblokir menggunakan batu dan kayu. Akibatnya tidak satu pun kendaraan, baik kendaraan roda empat maupun roda dua yang bisa lewat, sehingga karyawan Bandara Babullah harus berjalan kaki untuk sampai ke Bandara.
Salah seorang di antara massa yang menduduki Bandara Babullah, Arif mengatakan mereka melakukan aksi tersebut karena kecewa kepada KPUD Malut yang tidak meloloskan pasangan Mudhafar Syah/Rusdi Hanafi, padahal sesuai penghitungan semula, jumlah suaranya melebihi 15 persen.
Massa pendukung pasangan Mudhafar Syah yang juga Sultan Ternate dan Rusdi Hanafi yang juga Ketua DPP PPP itu, memblokir pula jalan-jalan utama di Kota Ternate, sehingga ibukota Provinsi Malut ini sejak Rabu pagi lumpuh total.
Tak ke sekolah
Selain Bandara Babullah, Kota Ternate juga mengalami lumpuh total akibat aksi pemblokiran semua jalan utama di kota itu. Hampir semua jalan utama di kota itu, terutama di wilayah Ternate Utara dipenuhi dengan tumpukan potongan kayu, batu, dan ban bekas; sebagian di antaranya dibakar di tengah jalan, sehingga tidak satu pun kendaraan, termasuk kendaraan roda dua yang bisa lewat.
Para pegawai terpaksa tidak bisa ke kantor, begitu pula para siswa tidak bisa ke sekolah karena tidak ada angkutan umum yang beroperasi. Sementara itu toko di sejumlah pusat perdagangan di kota Ternate banyak yang tutup, begitu pula pasar yang ada di kota ini, seperti Pasar Sentral Gamalama, terlihat sepi.
Kami melakukan aksi ini karena kecewa kepada KPUD Malut yang tidak meloloskan pasangan Mudhafar Syah/Rusdi Hanafi, padahal semua persyaratannya, termasuk jumlah perolehan suara Parpol yang mengusungnya memenuhi ketentuan, kata Suleman, salah seorang pendukung pasangan Mudhafar Syah/Rusdi Hanadi.
Menurut Suleman, ia dan ribuan massa lainnya akan terus melakukan aksi blokir jalan di semua wilayah kota Ternate, jika KPUD Malut tidak meloloskan pasangan tersebut untuk mengikuti Pilkada Malut.
Balongub/Wagub Malut yang mendaftar di KPUD Malut ada lima pasangan, yakni pasangan Thaib Armaiyn/Gani Kasuba, Abdul Gafur/Aburrahim Fabanyo, Antony Charles/Amin Drakel, Irvan Eddyson/Aty Ahmad, dan Mudhafar Syah/Rusdi Hanafi. Dari kelima pasangan tersebut, hanya pasangan Mudhafar Syah/Rusdi Hanafi yang tidak lolos verifikasi. (ant/jon)
|