Edisi Kamis , 09 September 2010  
 Topik
Assalamualaikum
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Hallo Bogor
Derap TNI-Polri
Otonomi Daerah
 Rubrik Khusus
Pelita Hati
Hiburan
Pariwisata
Kesehatan
Budaya
Parlementaria
Lemb Anak Indonesia
Otonomi Daerah
Pemahaman Keagamaan
Lingkaran Hidup
Forum Mahasiswa
Swadaya Mandiri
Forum Berbangsa dan Bernegara
Dunia Tasawuf
  Kurs Valuta Asing
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
  Rumah sakit
Sekjen PBB Minta Presiden Yudhoyono Hadiri Majelis Umum PBB
[Nusantara]

Sekjen PBB Minta Presiden Yudhoyono Hadiri Majelis Umum PBB

New York, Pelita
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Ban Ki-moon menyatakan sangat berharap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dapat menghadiri Sidang ke-62 Majelis Umum (SMU) Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang akan berlangsung pada 25 September hingga 3 Oktober 2007 di Markas Besar PBB di New York.
Harapan tersebut telah secara berkali-kali disampaikan Ban kepada Perwakilan Indonesia di PBB, New York, demikian diungkapkan Deputi Wakil Tetap RI untuk PBB Adiyatwidi Adiwoso, Selasa (21/8).
Ya, betul, Sekjen Ban Ki-moon telah beberapa kali mengingatkan kepada saya agar meminta Bapak Presiden hadir pada Sidang Majelis Umum nanti. Saya katakan (kepada Ban Ki-moon-Red), tentu kami akan sampaikan permintaan tersebut, kata Adiyatwidi.
Pada pertemuan terakhirnya dengan Ban Ki-moon, ungkap Adiyatwidi, Sekjen PBB yang mantan Menlu Korea Selatan itu bahkan secara berkelakar memaksa, Pokoknya presiden Anda harus hadir!
Bahas iklim
Sidang ke-62 Majelis Umum yang tahun ini mengusung tema utama tentang Perubahan Iklim menurut rencana akan dihadiri lebih dari 100 kepala negara/kepala pemerintahan dan akan dibuka oleh Sekjen Ban Ki-moon pada 25 September pagi.
Adiyatwidi belum bisa mengungkapkan kepastian apakah Presiden Yudhoyono akan hadir pada SMU ke-62 atau tidak.
Yang pasti, menurut jadwal sementara yang dikeluarkan oleh Sekretariat Majelis Umum PBB, Kepala Negara Indonesia mendapat kesempatan untuk menyampaikan pidato dalam debat umum SMU ke-62 pada 25 September dalam kesempatan gelombang kedua, yaitu sore hari antara pukul 15.00-19.00.
Indonesia mendapat giliran berpidato setelah para pemimpin negara/pemerintahan dari Sri Lanka, Paraguay, Korea Selatan, Afrika Selatan, Argentina, dan Iran.
Menurut penuturan Adiyatwidi, keinginan Ban Ki-moon yang sangat kuat agar Presiden Yudhoyono dapat hadir di SMU ke-62 PBB nanti erat kaitannya dengan peranan penting yang dimainkan Indonesia dalam upaya dunia internasional menangani masalah perubahan iklim.
Indonesia pada bulan Desember dijadwalkan akan menjadi tuan rumah pertemuan internasional mengenai perubahan iklim, tepatnya di Bali pada tanggal 3-14 Desember 2007 dan diharapkan akan dihadiri oleh utusan lebih dari 180 negara.
Indonesia sendiri, seperti yang dituturkan Presiden Yudhoyono baru-baru ini, berharap sidang antar-pihak Konvensi PBB tentang Perubahan Iklim (United Nations Framework Convention on Climate Change/UNFCCC) akan melahirkan suatu gagasan baru pasca Protokol Kyoto yang lebih adil dan diterima semua pihak.
SMU PBB dengan tema tentang Perubahan Iklim pada September nanti disebut-sebut akan menjadi dorongan politis tentang kesepakatan negara-negara maju dan berkembang untuk memulai kerangka kerja proses negosiasi pasca Protokol Kyoto tahun 2002.
Pertemuan Bali akan menjadi batu loncatan proses perundingan tersebut, yang kemudian akan dilanjutkan di Polandia pada tahun 2008 dan Denmark tahun 2009.
Selain debat umum SMU ke-62 PBB, pimpinan delegasi yang terdiri atas kepala negara/pemerintahan atau pejabat pemerintah setingkat menteri pada tanggal 24 September dijadwalkan akan menghadiri pertemuan tingkat tinggi tentang Perubahan Iklim, yang akan membahas adaptasi, mitigasi (upaya meminimalisasi dampak perubahan iklim), alih teknologi ramah lingkungan, serta pendanaan program-program mengatasi perubahan iklim.
Sebagai salah satu dari 15 anggota Dewan Keamanan PBB saat ini, Kepala Negara Indonesia juga diharapkan akan menghadiri pertemuan tingkat tinggi DK-PBB yang dijadwalkan berlangsung pada 25 September. (ant/jon)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Kota Ternate Lumpuh Total
Perlakukan Pasangan Kita Sebagai Kekasih
Napi Sumedang Juga Peroleh Remisi
Sejumlah Kepala Dinas di Jambi Bakal Dicopot
Pola Kebersamaan Warnai Masyarakat Muaro Jambi
 
  Berita Lainnya
Kota Ternate Lumpuh Total
Perlakukan Pasangan Kita Sebagai Kekasih
Napi Sumedang Juga Peroleh Remisi
Sejumlah Kepala Dinas di Jambi Bakal Dicopot
Pola Kebersamaan Warnai Masyarakat Muaro Jambi
 


Copyright Pelita 2007©