Edisi Kamis , 09 September 2010  
 Topik
Assalamualaikum
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Hallo Bogor
Derap TNI-Polri
Otonomi Daerah
 Rubrik Khusus
Pelita Hati
Hiburan
Pariwisata
Kesehatan
Budaya
Parlementaria
Lemb Anak Indonesia
Otonomi Daerah
Pemahaman Keagamaan
Lingkaran Hidup
Forum Mahasiswa
Swadaya Mandiri
Forum Berbangsa dan Bernegara
Dunia Tasawuf
  Kurs Valuta Asing
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
  Rumah sakit
Manajemen PDAM Karawang Amburadul
[Nusantara]

Manajemen PDAM Karawang Amburadul

Karawang, Pelita
Direktur Utama PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Kabupaten Karawang, H Open Supriyadi, SE, mengakui dirinya diperintahkan untuk membenahi manajemen perusahaan yang sebelumnya dinilai amburadul
Bahkan, perusahaan air minum yang selalu mengalami kerugian dan diduga pengelolaan adminitrasi banyak ditemukan penggelebungan anggaran. Menurutnya, penggelembungan anggaran tersebut terlihat pada dana pembelian obat, dan biaya operasional PDAM.
Saya harus melakukan perubahan untuk memperbaiki manajemen PDAM termasuk melakukan efisiensi anggaran. Sebab, direktur utama PDAM sebelumnya dinilai kurang menguasai soal managament administrasi, ungkapnya.
Kini, dana pembelian obat untuk campuran pengolahan air mengalami penurunan. Adapun jenis obat tersebut, kata Open, Amul Sulpat untuk menghilangkan kekeringan sebanyak 113.390 kg per bulan, PAC Powder berfungsi untuk menurunkan lumpur sebanyak 42.930 kg per bulan, dan kaporit yang berfungsi untuk membuang atau mematikan bakteri dengan jumlah mencapai 16.837,50 kg per bulan. Saya selalu menekankan kepada pegawai agar membeli obat-obat yang murah aja. Toh juga tidak mengurangi kualitas air, ungkapnya.
Mengenai operasional yang pernah mencapai Rp1,7 miliar, bnisa ditekan hingga Rp994,430 juta. Anggaran ini untuk biaya pengobatan sebesar Rp216 juta, biaya lembur pegawai sebesar Rp101,540 juta, biaya SPPD atau perjalanan dinas sebesar Rp101,321 juta, biaya bahan kimia sebesar Rp79 juta, biaya listrik sebesar Rp62 juta, dan biaya pemeliharaan pengolahan sebesar Rp31 juta.
Selain itu, biaya distribusi mencapai Rp93 juta, biaya rapat (tamu) sebesar Rp63 juta, biaya penagihan rekening sekitar Rp43 juta, biaya survey dan penelitian sebesar Rp43 juta, biaya pemeliharaan umum mencapai Rp23 juta dan rupa-rupa biaya umum mencapai Rp123,841 juta. Sisa biaya operasional tersebut dapat kita gunakan untuk mencicil utang PDAM, ujarnya.
Jumlah pelanggan pun sudah menjadi 17 ribu dan 5.441 konsumen diantaranya terjadi pemakaian air nol (pemakaian air dibawah 10 kubik. Hal ini, banyak ditemukan di kantor cabang PDAM wilayah Kecamatan Teluk Jambe.
Pemakaian air nol ini bisa terjadi karena kesalahan petugas penulis meteran dan bisa juga ada permainan antara petugas dengan konsumen, pungkasnya. Sedangkan, kebocoran air yang telah ditemukan mencapai 3.248 pelanggan.
Berdasarkan ketentuan soal kebocoran yang ditolelir pemerintah hanya 20 persen (5 persen teknis dan 15 persen non teknis) dari jumlah pelanggan yaitu 17.000 untuk wilayah perkotaan.
Pendapatan PDAM Kabupaten Karawang, selama dipimpin oleh Open sudah mencapai Rp1,962 miliar per bulan. Sementara sebelumnya hanya sekitar Rp1,4 miliar. (eddy)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Presiden: Mendagri Baru Diumumkan Pekan Depan
Sekjen PBB Minta Presiden Yudhoyono Hadiri Majelis Umum PBB
Kota Ternate Lumpuh Total
Perlakukan Pasangan Kita Sebagai Kekasih
Napi Sumedang Juga Peroleh Remisi
 
  Berita Lainnya
Presiden: Mendagri Baru Diumumkan Pekan Depan
Sekjen PBB Minta Presiden Yudhoyono Hadiri Majelis Umum PBB
Kota Ternate Lumpuh Total
Perlakukan Pasangan Kita Sebagai Kekasih
Napi Sumedang Juga Peroleh Remisi
 


Copyright Pelita 2007©