|
[Nusantara] Manajemen PDAM Karawang Amburadul
Karawang, Pelita
Direktur Utama PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Kabupaten Karawang, H Open Supriyadi, SE, mengakui dirinya diperintahkan untuk membenahi manajemen perusahaan yang sebelumnya dinilai amburadul
Bahkan, perusahaan air minum yang selalu mengalami kerugian dan diduga pengelolaan adminitrasi banyak ditemukan penggelebungan anggaran. Menurutnya, penggelembungan anggaran tersebut terlihat pada dana pembelian obat, dan biaya operasional PDAM.
Saya harus melakukan perubahan untuk memperbaiki manajemen PDAM termasuk melakukan efisiensi anggaran. Sebab, direktur utama PDAM sebelumnya dinilai kurang menguasai soal managament administrasi, ungkapnya.
Kini, dana pembelian obat untuk campuran pengolahan air mengalami penurunan. Adapun jenis obat tersebut, kata Open, Amul Sulpat untuk menghilangkan kekeringan sebanyak 113.390 kg per bulan, PAC Powder berfungsi untuk menurunkan lumpur sebanyak 42.930 kg per bulan, dan kaporit yang berfungsi untuk membuang atau mematikan bakteri dengan jumlah mencapai 16.837,50 kg per bulan. Saya selalu menekankan kepada pegawai agar membeli obat-obat yang murah aja. Toh juga tidak mengurangi kualitas air, ungkapnya.
Mengenai operasional yang pernah mencapai Rp1,7 miliar, bnisa ditekan hingga Rp994,430 juta. Anggaran ini untuk biaya pengobatan sebesar Rp216 juta, biaya lembur pegawai sebesar Rp101,540 juta, biaya SPPD atau perjalanan dinas sebesar Rp101,321 juta, biaya bahan kimia sebesar Rp79 juta, biaya listrik sebesar Rp62 juta, dan biaya pemeliharaan pengolahan sebesar Rp31 juta.
Selain itu, biaya distribusi mencapai Rp93 juta, biaya rapat (tamu) sebesar Rp63 juta, biaya penagihan rekening sekitar Rp43 juta, biaya survey dan penelitian sebesar Rp43 juta, biaya pemeliharaan umum mencapai Rp23 juta dan rupa-rupa biaya umum mencapai Rp123,841 juta. Sisa biaya operasional tersebut dapat kita gunakan untuk mencicil utang PDAM, ujarnya.
Jumlah pelanggan pun sudah menjadi 17 ribu dan 5.441 konsumen diantaranya terjadi pemakaian air nol (pemakaian air dibawah 10 kubik. Hal ini, banyak ditemukan di kantor cabang PDAM wilayah Kecamatan Teluk Jambe.
Pemakaian air nol ini bisa terjadi karena kesalahan petugas penulis meteran dan bisa juga ada permainan antara petugas dengan konsumen, pungkasnya. Sedangkan, kebocoran air yang telah ditemukan mencapai 3.248 pelanggan.
Berdasarkan ketentuan soal kebocoran yang ditolelir pemerintah hanya 20 persen (5 persen teknis dan 15 persen non teknis) dari jumlah pelanggan yaitu 17.000 untuk wilayah perkotaan.
Pendapatan PDAM Kabupaten Karawang, selama dipimpin oleh Open sudah mencapai Rp1,962 miliar per bulan. Sementara sebelumnya hanya sekitar Rp1,4 miliar. (eddy)
|