Fabio Quartararo Kecewa Setelah Dirinya Batal Selesaikan Balapan Di Jerez

Hupelita – Lintasan Jerez yang menjadi tempat berlangsungnya MotoGP Spanyol, dimana seharusnya menjadi ajang balapan yang memberikan kenangan bagi Fabio Quartararo. Namun, akibat

Fabio Quartararo, pembalap dari tim Petronas Yamaha SRT terpaksa harus kecewa setelah dirinya gagal untuk menyelesaikan balapan di lintasan Jerez, MotoGP Spanyol 2019 ini. Pasalnya, terjadi crash yang menimpa motornya yang membuatnya terpaksa harus mengakhiri balapan dengan air mata.

Sebelumnya secara mengejutkan pembalap muda itu, diketahui sukses mendapatkan pole position dalam sesi kualifikasi MotoGP Spanyol. Selain itu Quartararo menjadi rookie berusia 20 tahun yang bisa melampaui rekor Marc Marquez sebagai pembalap termuda yang dapat meraih posisi start terdepan.

Pembalap bernomor 20 itu balapan dengan baik, meski dirinya harus merelakan posisi pertama yang ia miliki harus tersalip oleh Marquez. Walaupun begitu Quartararo juga mampu bersaing diantara rombongan pembalap yang berada di depan dengan menduduki posisi ketiga.

Masalah pun tiba-tiba muncul yang dilihat, saat pembalap asal Perancis yang berada di urutan kedua pada lap ke-14 dari 25 lap yang diharuskan. Ia mulau menurunkan kecepatan laju motornya dan seperti yang dilihat bahwa terjadi kerusakan pada gear shifter.

gear shifter

“Ketika saya tahu bahwa tidak bisa memindahkan posisi gigi, saya mengetahui bahwa ini semua sudah berakhir. Saya tertahan di gigi ketiga. Saya masuk ke pit. Tidak ada yang bisa saya lakukan,” ungkap Quartararo.

Pembalap rookie itu merasa cukup kecewa saat mengetahui dirinya harus menyudahi balapan yang sedang berlangsung. Dia tampak kesal di atas motornya, untuk kemudian menitikkan air mata ketika memasuki garasi Petronas Yamaha Satelit.

“Waktu itu balapannya berjalan dengan mulus. Saya merasa bagus di atas motor. Rasanya luar biasa bersaing dengan pebalap-pebalap top.”

“Ya, ada masalah kecil pada gear shifter, sesuatu yang sangat kecil tapi merugikan kami dalam jumlah yang sangat besar. Tapi sebagaimana di Qatar, kami meninggalkan hal-hal netaif di sini dan membawa hal positif ke rumah,” tuntasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *