Giacomo Agostini, Rossi Memiliki Hak Untuk Bisa Terus Berkiprah di MotoGP

Spread the love

MotoGP – Giacomo Agostini mengungkapkan bahwa Valentino Ross untuk dapat jalani kiprahnya dalam MotoGP bisa lebih lama. Hal ini diungkapkan oleh sang juara dunia yang pernah menjuarai MotoGP sebanyak 15 dalam kariernya.

The Doctor yang kini berusia 40 tahun di bulan Februari lalu, dan dipastikan tetap mengaspal di MotoGP setidaknya hingga 2021 mendatang. Banyak pihak yang meminta ia agar tetap balapan hingga usia 46 tahun, tapi tidak sedikit juga yang percaya Rossi untuk segera gantung helm.

Hal ini diperkuat sejak Rossi tidak meraih gelar dunia lagi sejak tahun 2009 silam. Tapi Agostini percaya bahwa pembalap asal Italia tersebut berhak untuk menentukan masa depan kariernya lebih lama lagi selama ia masih termotivasi dan bahagia.

“Semua orang pastinya mengetahui apa yang mereka mau, dan merka juga tahu yang pas bagi dirinya. Jika Rossi masih merasa cukup baik saja walaupun tidak menang lagi dan puas mencapai garis depan sebagai pembalap ketiga, keempat, kelima maupun keenam kenapa tidak,” pungkasnya.

Agostini juga percaya tidak ada alasan bagi Rossi untuk gantung helm selama ia mendapatkan support dari Yamaha. “Selama mereka memberinya motor, selama Rossi senang, ia punya hak untuk bisa terus berkiprah. Ia juga sudah mencoba untuk bisa mendapatkan gelar selama 9 tahun terakhir,” tambah Agostini.

Selain itu, Agostini juga menuturkan bahwa dalam memperebutan gelar dunia terasa cukup sulit bagi Rossi sendiri, karena para pesaingnya memiliki performa yang sangat kuat dan dalam beberapa tahun terakhir ditentukan oleh ban yang mereka gunakan.

“Saya rasa balapan-balapan berikutnya bakal lebih sulit, karena Marc Marquez selalu ‘menggoda’ mereka. Selain itu, ada masalah pada ban. Contohnya Andrea Dovizioso, yang mengaku tak bisa bersaing dengan Vale ketika performa bannya drop,” tuturnya.

“Jujur saja, saya bertanya-tanya, pabrikan seperti Ducati, Honda, dan Yamaha menghabiskan berjuta-juta euro untuk mengembangkan motor, menggaet rider terbaik, tapi kemenangan justru ditentukan ban. Mungkin saja kita lihat Vale finis ketujuh atau kedelapan gara-gara ban. Saya rasa ini tidak bagus,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *